Inilah peninggalan binaan menakjubkan daripada kaum terlak nat

Join Telegram Taman Ilmu Di Bawah

Telegram

Thamud (bahasa Arab: ثمود) adalah suku kaum kuno berbangsa Arab yang diperkirakan hidup sekitar era millenium pertama sebelum Masihi. Mereka dikatakan berasal dari wilayah Arabia selatan yang kemudiannya berhijrah menuju ke wilayah Arabia utara. Mereka kemudian menetap di Gunung Athlab, Mada’in Saleh.

Join Group Koleksi Kata Hikmah
Kami Sokong Ustaz Ebit Lew

Sejumlah besar kaum Thamud merupakan pengukir dan pemahat bukit yang baik. Ukiran dan pahatan mereka hingga saat ini dapat ditemui di Gunung Athlab dan hampir seluruh Arab bahagian tengah ke utara.

Thamud dalam Al-Quran

Dalam Al-Quran Tsamud disebut sebanyak 26 kali baik dalam bentuk kata yang berdiri sendiri mahupun untuk menunjukkan kaum. Thamud merupakan sekelompok kaum bagi Nabi & Rasul yang bernama Nabi Saleh a.s. Nabi Saleh merupakan seorang yang sekaum dengan kaum Thamud dan diutuskan oleh Allah untuk kaum tersebut Al-Qur’an menggambarkan Kaum Thamud adalah kaum yang berkuasa setelah kaum ‘Ad yang mahir dan rajin dalam memahat bukit untuk dijadikan tempat tinggal.

Selain itu, Thamud juga digambarkan sebagai kota yang aman, yang terdapat sumber air mata air dan banyak kebun dan ladang, dan juga pepohonan seperti kurma. Dalam narasi Al-Qur’an, kaum Thamud termasuk kaum yang mendustakan Nabi, sehingga kaum tersebut dibina  sakan dengan gem pa bu mi yang dahsyat.

Abdullah ibn Umar (ca. 614–693) meriwayatkan apabila Nabi Muhammad melintasi rumah-rumah kaum Thamud dalam perjalanan baginda menuju ke Pe rang Tabuk, baginda telah berhenti bersama-sama dengan pengikut disana. Para pengikut telah memuatkan air dari telaga/perigi daripada apa yang digunakan oleh kaum Thamud untuk minum.

Mereka menyiapkan doh mereka (untuk dibakar) dan mengisi kulit-kulit air mereka darinya (air dari telaga tersebut). Nabi Muhammad telah mengarahkan mereka (pengikut baginda) untuk mengosongkan kulit-kulit air dan memberikan doh yang telah disiapkan kepada unta-unta. Lalu baginda bergerak bersama mereka sehinggalah mereka berhenti di suatu perigi dari apa yang digunakan untuk unta betina Nabi Saleh a.s. dijadikan minuman.

Baginda (Nabi Muhammad) telah memberi amaran agar menjauhi dan tidak memasuki dalam golongan masyarakat yang telah dihukum, bersabda (baginda); “Saya takut bahawa anda mungkin akan terpengaruh oleh apa yang menimpa mereka, jadi jangan masuk menemui mereka.

12 kaum yang dibi na sakan oleh Allah

Dalam Alquran, banyak sekali diceritakan kisah-kisah umat terdahulu yang telah dibi na sakan oleh Allah karena mereka mengingkari utusan-Nya dan melakukan berbagai penyimpangan yang telah dilarang. Berikut adalah kaum-kaum yang dibi na sakan.

Kaum Nabi Nuh

Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun, namun yang beriman hanyalah sekitar 80 orang. Kaumnya mendustakan dan memperolok-olok Nabi Nuh. Lalu, Allah mendatangkan ban jir yang besar, kemudian menengge lamkan mereka yang ingkar, termasuk anak dan istri Nabi Nuh (QS Al-Ankabut :14).

Kaum Nabi Hud

Nabi Hud diutus untuk kaum ‘Ad. Mereka mendustakan kenabian Nabi Hud. Allah lalu mendatangkan angin yang dahsyat disertai dengan bunyi guruh yang menggelegar hingga mereka tertim bun pasir dan akhirnya bina sa (QS Attaubah: 70, Alqamar: 18, Fushshilat: 13, Annajm: 50, Qaaf: 13).

Kaum Nabi Saleh

Nabi Saleh diutuskan Allah kepada kaum Tsamud. Nabi Saleh diberi sebuah mukjizat seekor unta betina yang keluar dari celah batu. Namun, mereka membo nohh unta betina tersebut sehingga Allah menimpakan a zab kepada mereka (QS ALhijr: 80, Huud: 68, Qaaf: 12).

Kaum Nabi Luth

Umat Nabi Luth terkenal dengan perbuatan menyimpang, yaitu hanya mau meni kah dengan pasa ngan sesama je nis . Kendati sudah diberi peringatan, mereka tak mau bertobat. Allah akhirnya memberikan a zab kepada mereka berupa gem pa bu mi yang dahsyat disertai angin kencang dan hujan batu sehingga han curlah rumah-rumah mereka. Dan, kaum Nabi Luth ini akhirnya tertimbun di bawah rerun tuhan rumah mereka sendiri (QS Alsyu’araa: 160, Annaml: 54, Alhijr: 67, Alfurqan: 38, Qaf: 12).

Kaum Nabi Syuaib

Nabi Syuaib diutuskan kepada kaum Madyan. Kaum Madyan ini dihan curkan oleh Allah karena mereka suka melakukan peni puan dan kecu rangan dalam perdagangan. Bila membeli, mereka minta dilebihkan dan bila menjual selalu mengurangi. Allah pun menga zab mereka berupa hawa panas yang teramat sangat. Kendati mereka berlindung di tempat yang teduh, hal itu tak mampu melepaskan rasa panas. Akhirnya, mereka bina  sa (QS Attaubah: 70, Alhijr: 78, Thaaha: 40, dan Alhajj: 44).

Selain kepada kaum Madyan, Nabi Syuaib juga diutus kepada penduduk Aikah. Mereka menyembah sebidang padang tanah yang pepohonannya sangat rimbun. Kaum ini menurut sebagian ahli tafsir disebut pula dengan penyembah hutan lebat (Aikah) (QS AlHijr: 78, Alsyu’araa: 176, Shaad: 13, Qaaf: 14).

Firaun

Kaum Bani Israil sering ditindas oleh Firaun. Allah mengutus Nabi Musa dan Harun untuk memperingatkan Firaun akan a zab Allah. Namun, Firaun malah mengaku sebagai tuhan. Ia akhirnya tewas di Laut Merah dan jasadnya berhasil diselamatkan. Hingga kini masih bisa disaksikan di museum mumi di Mesir (Albaqarah: 50 dan Yunus: 92).

Ashab Al-Sabt

Mereka adalah segolongan fasik yang tinggal di Kota Eliah, Elat (Palestin). Mereka melanggar perintah Allah untuk beribadah pada hari Sabtu. Allah menguji mereka dengan memberikan ikan yang banyak pada hari Sabtu dan tidak ada ikan pada hari lainnya. Mereka meminta rasul Allah untuk mengalihkan ibadah pada hari lain, selain Sabtu. Mereka akhirnya dibina sakan dengan dilak nat Allah menjadi ke ra yang hi na (QS Al-A’raaf: 163).

Ashab Al-Rass

Rass adalah nama sebuah telaga yang kering airnya. Nama Al-Rass ditujukan pada suatu kaum. Konon, nabi yang diutus kepada mereka adalah Nabi Saleh. Namun, ada pula yang menyebutkan Nabi Syuaib. Sementara itu, yang lainnya menyebutkan, utusan itu bernama Handzalah bin Shinwan (adapula yang menyebut bin Shofwan). Mereka menyembah patung. Ada pula yang menyebutkan, pelanggaran yang mereka lakukan karena mencampakkan utusan yang dikirim kepada mereka ke dalam sumur sehingga mereka dibi na sakan Allah (Qs Alfurqan: 38 dan Qaf ayat 12).

Ashab Al-Ukhdudd

Ashab Al-Ukhdud adalah sebuah kaum yang menggali parit dan menolak beriman kepada Allah, termasuk rajanya. Sementara itu, sekelompok orang yang beriman dimasukkan ke dalam parit yang telah diba kar, termasuk seorang wa nita yanga tengah meng gendong seorang baa yi. Mereka dikutuk oleh Allah SWT (QS Alburuuj: 4-9).

Ashab Al-Qaryah

Menurut sebagian ahli tafsir, Ashab Al-Qaryah (suatu negeri) adalah penduduk Anthakiyah. Mereka mendustakan rasul-rasul yang diutus kepada mereka. Allah membi na sakan mereka dengan sebuah suara yang sangat keras (QS Yaasiin: 13).

Kaum Tubba’

Tubaa’ adalah nama seorang raja bangsa Himyar yang beriman. Namun, kaumnya sangat ingkar kepada Allah hingga melampaui batas. Maka, Allah menimpakan a zab kepada mereka hingga bina sa. Peradaban mereka sangat maju. Salah satunya adalah bendungan air (QS Addukhan: 37).

Kaum Saba

Mereka diberi berbagai kenikmatan berupa kebun-kebun yang ditumbuhi pepohonan untuk kemakmuran rakyat Saba. Karena mereka enggan beribadah kepada Allah walau sudah diperingatkan oleh Nabi Sulaiman, akhirnya Allah menghan curkan bendungan Ma’rib dengan ban jir besar (Al-Arim) (QS Saba: 15-19).

Sumber: detikislam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *