NASIHAT UNTUK ISTERI SUPAYA JAUHI DOSA SEBEGINI TERHADAP SUAMI

Join Telegram Taman Ilmu Di Bawah

Telegram

Khas Nasihat Buat Isteri Agar Hindari Dosa Ini Terhadap Suami. Sebagai seorang isteri, kita haruslah menjauhi dosa dosa terhadap seorang suami. Antara dosa- dosa yang sering kita lakukan ialah:

Join Group Kami Sokong Ustaz Ebit Lew
Kami Sokong Ustaz Ebit Lew

Mengabaikan kebaikan suami

“Diperlihatkan Neraka kepadaku dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita, mereka kufur.”

Para Sahabat bertanya: “Apakah disebabkan kufurnya mereka kepada Allah? Rasul menjawab: “(Tidak), mereka kufur kepada suaminya dan mereka kufur kepada kebaikan.

Seandainya seorang suami dari kalian berbuat kebaikan kepada isterinya selama setahun, kemudian isterinya melihat sesuatu yang jelek pada diri suaminya, maka dia mengatakan, ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu sekalipun.’”

Tidak menghormati keluarga suami

Seorang suami harus berlaku lembut pada istrinya, namun demikian isteri pun wajib bersikap lembut pada keluarga suami, terutama kedua orangtua suami.

Jangan sampai isteri memonopoli suaminya sehingga bahkan ibu dan bapaknya sendiri tak boleh mendapatkan hak mereka terhadap anak lelakinya.

Dalam sebuah hadits sahih, diriwayatkan bahwa Aisyah Ra bertanya kepada Rasulullah Saw, ”Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita?”

Rasulullah menjawab, “Suaminya” (apabila sudah menikah). Aisyah Ra bertanya lagi, ”Siapakah yang berhak terhadap seorang lelaki?” Rasulullah menjawab, “Ibunya” (HR. Muslim)

Seorang sahabat, Jabir Ra menceritakan: Suatu hari datang seorang lelaki kepada Rasulullah Saw, ia berkata, “Ya Rasulallah, saya memiliki harta dan anak, dan bagaimana jika bapak saya menginginkan (meminta) harta saya itu?

Rasulullah menjawab, “Kamu dan harta kamu adalah milik ayahmu”. (HR. Ibnu Majah dan At- Thabrani).

Keluar rumah tanpa izin suami

Termasuk pergi jauh tanpa ditemani oleh mahramnya. “Seorang wanita tidak boleh pergi kecuali bersama mahram.” Hadits di atas menyangkut semua bentuk safar. Wallahu a’lam. (Syarh Muslim: 9/103, dengan sedikit perubahan)

Menolak ajakan suami berhubu ngan

Rasulullah saw bersabda: “Apabila suami mengajak isterinya ke tempat tidurnya kemudian ia menolak untuk datang lalu lelaki itu tidur semalam dalam keadaan ma rah kepadanya, maka ia dilak nat oleh malaikat hingga subuh.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim).

Berhias bukan untuk suami

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu …” (QS. Al-Ahzaab: 33)

Mengungkit kebaikan dirinya terhadap suami

Tak sedikit isteri yang mengungkit-ungkit kebaikan atau bahkan derajat dirinya di hadapan suaminya sehingga menya kiti dan merendahkan suaminya, hal ini merupakan perkara yang amat besar dosanya.

Abu Dzar radhiyallahu ‘Anhu meriwayatkan, bahawasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka a zab yang sangat pe dih.”

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Baginda menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersum pah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]

Membangkang terhadap suami (nusyuz)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Nusyuz adalah mening galkan perintah suami, menen tangnya dan memben cinya” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 4: 24).

“Wanita-wanita yang kamu kuatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pu kullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar” (QS. An Nisa’: 34).

Menggugat ce rai tanpa alasan syariat

“Wanita mana saja yang meminta kepada suaminya untuk dice rai tanpa alasan mendesak maka haram baginya bau syurga” (HR Abu Dawud no 2226, At-Turmudzi 1187).

Add Comment