Tip Panjang Umur Dan Murah Rezeki Yang Paling Simple- Ustaz Azhar Idrus

Join Telegram Taman Ilmu Di Bawah

Telegram

Bila kita makan di kedai makan. Tiba-tiba ada kucing datang. Minta makanan dengan kita. Kenapa tak pada orang lain? Saya biasa alami situasi ini. Saya dapat rungkaikan.

Join Group Kami Sokong Ustaz Ebit Lew
Kami Sokong Ustaz Ebit Lew

3 tanda apabila kucing datang. Kepada kita bukan orang lain

Pertama

Mungkin… Allah sedang bagi tahu. Makanan kita hak kita itu. Bukan semuanya rezeki kita. Sebahagiannya rezeki kucing itu.Sebab itu ia datang pada kita.

Kedua

Mungkin… Allah sedang bagi tahu. Apabila kita memberi makanan. Kepada kucing itu. Rezeki lain akan Allah ganti. Yang lebih baik. Sebab 1 kebaikan itu. Allah balas 10 kebaikan @ pahala. Allah Maha Mampu. Bagi lebih dari itu.

Ketiga

Mungkin… Allah sedang bagi tahu. Apabila kita tak memberi makanan. Kepada kucing itu. Sebenarnya kita. Sedang menolak rezeki baru. Allah nak bagi kepada kita. Rezeki itu luas. Bukan hanya pada wang. Tapi meliputi semua kehidupan. Ingin ikhlas memberi. Berilah pada haiwan. Kerana haiwan tak pandai Ucap terima kasih kepada kita. Ia hanya tahu minta dan makan.

Video Penuh:

Inilah Azan Bilal bin Rabah Asli dan Bersanad Oleh Syeikh Hisam, Sungguh Merdu

(Skroll ke bawah untuk tonton video penuh)

Tidak ada yang tidak kenal dengan seorang Sahabat Nabi bernama Bilal bin Rabbah. Seluruh dunia telah mengenalnya, walau diri Bilal telah lama tiada namun namanya selalu terngiang-ngiang saat kalimat adzan berkumandang.

Dalam setiap majlis dan masjid sebutan kata “bilal” seolah-olah telah menjadi penisbahan sah dan resmi bagi mereka para muadzin yang mengumandangkan adzan dalam setiap sehari semalam. Panggilan shalat ini atau disebut adzan akan terus ada dalam telinga kita ketika waktu ibadah shalat tiba, alunan merdu dengan berbagai macam nada kumandang ini selalu hadir dalam 5 waktu disetiap saat.

Semua orang, baik kaum muslimin ataupun mereka yang kafirin, jika mendengar kumandang suara indah ini sudah menjadi hal lumrah bagi mereka bahwasanya suara ini adalah makna panggilan shalat bagi kaum muslimin. Demikianlah seterusnya hingga hari kiamat nanti, suara panggilan shalat ini akan terus ada tidak akan pernah berhenti.

Demikianlah pengaruh besar adzan dimasa sekarang hingga akan datang nanti, semuanya karena berkat suara merdu Bilal yang menjadi seorang pelopor pertama sang suara kumandang adzan di dunia. Tentunya juga, atas persetujuan dari Rasulullah lah Bilal disanjung selalu namanya untuk para muadzin-muadzin dunia.

Namun tahukah anda, bahwa adzan memang tidak akan pernah terpisah dari yang namanya pemakaian nada-nada indah, setiap para muadzin dunia atau gelar mereka adalah bilal dalam setiap masjid tetap punya versi nada tersendiri untuk melantunkan kalimah adzan ini sebagai tanda telah masuknya waktu shalat.

Terkadang nada pengumandangkan adzan ini dilantunkan dengan nada yang sedih dan terkadang juga dinadakan adzan dengan nada senang atau bahagia, ada banyak nada-nada yang dipakai oleh para muadzin dunia. Baikkah nada-nada tersebut adalah Nahawan, nada Syika, nada Bayyati, nada Rosh atau lain sebagainya.

Namun yang menjadi pertanyaan kita adalah, bagaimanakah nada Bilal bin Rabbah sesungguhnya saat beliau menjadi muadzin di masa Nabi..?? apakah nada yang kita pakai ini adalah bahagian dari nada-nada beliau ? atau Bilal mempunya nada sendiri saat pengumandangan adzan dimasa Nabi ?, masih bisakah kita dapat mendengarkan nada asli Adzan-nya Bilal bin Rabbah ?

Ketahuilah, islam dikenal sebagai agama satu-satunya yang sangat peduli terhadap ilmu pengetahuan agama, semua ilmu yang diturunkan Allah untuk islam dijaga sangat baik dengan aturan-aturan ketat dalam menerima, mempelajari dan mengajari ilmu-ilmu tersebut. Itulah sebabnya mengapa dalam ilmu ke-islam-an terdapat nama SANAD. Sanad artinya bersambung silsilah keguruan dalam sebuah ilmu pengetahuan agama hingga berujung atau sampai kepada sumbernya.

Faktanya bukan hadist saja yang memiliki aturan sanad ini, namun adzan juga demikian. Ternyata adzan juga memiliki silsilah turunan keguruan dari sumber Bilal bin Rabbah hingga saat ini. Salah satu ulama yang terkena sanad adzan ini adalah beliau yang bernama Syeikh Hisam at-Thiyarah. Beliau adalah satu diantara banyak riwayat sanad yang bersambung ilmu adzan hingga kepada Sahabat Bilal bin Rabbah. Dalam hal adzan beliau telah mempunyai ijazah resmi dari gurunya dengan niskah ijazah tertuliskan “Ijazah Fi Adaail Adzan Syar’i”, yaitu Penerimaan resmi ijazah adzan Syar’i”.

Dan sekarang bagaimanakah sesungguhnya suara dan nada adzan bilal sebenarnya, simaklah suara Bilal ini yang di suarakan oleh Syeikh Hisam At-Thiyarah.

Apa Pendapat Anda? Dah Baca, Jangan Lupa Komen Dan Share Ya. Terima Kasih!

Sumber : alwaliyah

Add Comment