JAUHILAH: Inilah Akibat Suka Berprasangka Buruk Terhadap Hamba Lain

Join Telegram Taman Ilmu Di Bawah

Telegram

HUSNUDZHAN atau prasangka baik akan membawa hal-hal baik bagi tubuh. Salah satunya adalah bisa menghindari stress atau depresi.

Join Group Kami Sokong Ustaz Ebit Lew
Kami Sokong Ustaz Ebit Lew

Untuk membentuk prasangka baik, kita harus mampu membentuk respon yang sehat di dalam diri kita terhadap stimulasi luar. Maksudnya, apabila ada hal-hal yang masuk ke dalam diri kita yang bersifat baik maupun buruk, maka kita harus meresponnya secara tepat atau positif.

Rasulullah SAW bersabda:

“Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta, janganlah kalian saling mendiamkan, janganlah suka mencari-cari isu, saling mendengki, saling membelakangi, serta saling membenci, tetapi, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” ( H.R Bukhari No 5604).

Seseorang dapat merespon melalui perkataan atau tindakan, contohnya ia bisa marah atau bersabar, bisa berkata baik atau buruk, mampu mengontrol diri atau tidak, dan sanggup bersikap tepat atau tidak. Semuanya itu tergantung kepada keberhasilan seseorang dalam mengembangkan sikap mental dan pikirannya.

Apabila pikiran selalu berpersepsi buruk terhadap keadaan luar, hal itu akan berpengaruh tidak baik bagi kesehatan.

Sebab, segala sesuatu selalu diamati dengan “warna abu-abu.” Hidup akan menjadi tidak bergairah lantaran semua orang seakan-akan melihat kita dengan tatapan sinis dan kita pun menatap diri kita sebagai orang yang tidak mempunyai kemampuan untuk memberikan “cahaya” bagi orang lain.

Sebaliknya, jika pikiran selalu berpersepsi baik maka segala hal yang dilihat akan selalu tampak “berwarna-warni,” dan seolah-olah kita sedang bermain di taman yang indah. Kita juga akan mendapatkan hal-hal yang jauh lebih baik apabila kita selalu mempunyai pikiran yang bagus atau positif terhadap apapun di sekitar kita.

Tentunya, pikiran yang baik akan berpengaruh terhadap gambaran psikis kita. Ketika pikiran kita selalu dihiasi hal yang indah, hati kitapun akan merasakan keindahannya. Nah, agar persepsi kita tetap bagus, kita harus pusatkan pikiran pada sesuatu atau pengalaman yang positif. Kita pun mesti memberikan tekanan melalui ucapan-ucapan dan suara batin yang positif.

Percayalah bahwa kita adalah orang yang mempunyai masa depan yang cerah, dan masa depan selalu terletak di tangan kita. Dengan kekuatan tangan kita, kita pun dapat mengubah nasib kita.

Ingatlah bahwa apabila kita sudah termotivasi, kita akan memperoleh kenikmatan tersendiri. Entah tujuan kita tercapai atau tidak. Motivasi dan kepercayaan diri kita merupakan harta yang tak ternilai bahkan lebih bernilai daripada tujuan yang ingin dicapai. Wallahualam. []

Add Comment